LDberita.id - Batubara, Kabupaten Batu Bara mencatat sejarah baru dalam pelayanan kesehatan. Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si, bersama Kepala Dinas Kesehatan Batu Bara, dr. Deni, resmi meluncurkan Program Universal Health Coverage (UHC) pada, Senin (10/03/2025).
Langkah ini menjadikan Batu Bara sebagai salah satu daerah dengan cakupan kesehatan terbesar di Sumatera Utara, mencapai 98,35% dari total penduduk.
Dengan UHC, masyarakat kini bisa berobat gratis tanpa harus memikirkan biaya. Bupati Baharuddin menegaskan bahwa kesehatan masyarakat adalah prioritas utama, sejalan dengan visi besar pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui akses layanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas.
"Jika selama ini masyarakat sakit kepala memikirkan biaya berobat, maka mulai hari ini tidak ada lagi yang seperti itu. Jangan ada lagi warga Batu Bara yang menunda berobat hanya karena keterbatasan ekonomi," tegas Bupati Bahar dengan penuh semangat.
Peluncuran UHC ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Syafrizal, Ketua DPRD M. Safi’i, Kajari Batu Bara Diky Oktavia, Sekda Norma Deli Siregar, para anggota DPRD, Kepala OPD, Camat, Kepala Puskesmas, dan Kepala Desa se-Kabupaten Batu Bara.
Sinergi Bupati dan Dinas Kesehatan untuk Layanan yang Lebih Baik
Kepala Dinas Kesehatan Batu Bara, dr. Deni, menegaskan bahwa program UHC bukan sekadar jaminan kesehatan gratis, tetapi juga komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan di setiap fasilitas kesehatan.
"Kami tidak hanya memastikan masyarakat bisa berobat gratis, tetapi juga harus mendapat pelayanan yang berkualitas, cepat, dan manusiawi. Jangan sampai ada pasien yang ditelantarkan atau menunggu terlalu lama," ujar dr. Deni.
Ia juga meminta seluruh Kepala Puskesmas dan tenaga medis untuk bekerja lebih profesional dan mengutamakan kepentingan pasien. Menurutnya, keberhasilan program ini tergantung pada kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat itu sendiri.
Kepala BPJS Kesehatan Kisaran, Sri Widyastuti, S.K.M, turut mengapresiasi inisiatif ini.
"Program UHC di Batu Bara adalah salah satu yang terbaik. Dengan dukungan penuh dari Bupati dan Dinas Kesehatan, kami yakin tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan," katanya.
RSUD OK. Arya Zulkarnain Didorong Jadi Rumah Sakit Rujukan Terbaik
Bupati Baharuddin juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas dan pelayanan di RSUD OK. Arya Zulkarnain. Ia meminta Direktur RSUD, dr. Guruh Wahyu Nugraha, untuk menjadikan rumah sakit ini sebagai rujukan utama di Batu Bara.
"Rumah sakit ini harus menjadi kebanggaan masyarakat Batu Bara. Saya tidak ingin mendengar ada pasien yang tidak dilayani dengan baik atau menunggu terlalu lama. Semua harus bekerja dengan hati dan penuh tanggung jawab," tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas harus didukung dengan tenaga medis yang profesional serta fasilitas yang memadai. Oleh karena itu, Pemkab Batu Bara akan terus mendorong peningkatan infrastruktur kesehatan, termasuk ketersediaan alat medis modern dan tenaga medis yang kompeten.
UHC, Langkah Menuju Batu Bara Sehat dan Bahagia
Program UHC ini bukan hanya kebijakan, tetapi juga bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan pelayanan kesehatan universal bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bupati Baharuddin dan dr. Deni berkomitmen untuk memastikan tidak ada lagi warga Batu Bara yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Dengan adanya program ini, masyarakat Batu Bara kini bisa mendapatkan perawatan medis tanpa rasa khawatir.
"Ini adalah langkah besar untuk Batu Bara yang lebih sehat dan bahagia. Kami akan terus mengawal program ini agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," pungkas Bupati Bahar.
Dengan sinergi kuat antara Bupati, Dinas Kesehatan, BPJS, dan seluruh tenaga medis, Batu Bara kini bergerak menuju masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
Program UHC bukan hanya janji, tetapi bukti nyata bahwa kesehatan masyarakat adalah prioritas utama." tandasnya. (End)
.jpg)




