LDberita.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Muktamar Ke-34 NU di Lampung masa khidmah 2022-2027 resmi dikukuhkan. Pengukuhan yang dibarengkan dengan peringatan Harlah Ke-96 NU dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma'ruf Amin di Gedung Dome Sport and Convention Center Kota Balikpapan, pada Senin (31/1/2022) pukul 10.00 Wib.
Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dengan memandu membacakan ikrar. Sebelum memandu pengukuhan, Kiai Miftah mengingatkan menyebut bahwa pengukuhan atau pelantikan tersebut adalah inisiasi spiritual.
Dengan pengukuhan ini, Kiai Miftah berharap mampu meningkatkan semangat dan komitmen dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama. "Menghasilkan pengurus yang punya komitmen, sikap, dan ketaatan prima. Pengukuhan ini juga sekaligus recharging energi spiritual sebagai jalinan komitmen bersama," ungkap Kiai Miftah. Berikut ikrar lengkap yang diucapkan oleh seluruh kepengurusan PBNU masa khidmah 2022-2027.
Kami selaku Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2022-2027 dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, dengan ini berikrar: Pertama, akan mengamalkan dan mempertahankan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen, menegakkan aqidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah serta patuh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama.
Kedua, akan melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2022-2027 dengan sebaik-baiknya demi untuk kepentingan Nahdlatul Ulama, kepentingan umat Islam dan kepentingan masyarakat Indonesia pada umumnya. Ketiga, akan menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam rangka ikhtiar untuk pembangunan manusia seutuhnya demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah swt. Laa Haula walaa Quwwata Illa billahil aliyyil adzim.
Sementara pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak para pengurus untuk benar-benar bekerja untuk mencapai tujuan jamiyah Nahdlatul Ulama. "Mari kita bekerja dengan nyata. Apa yang diucapkan tidak boleh berhenti hanya sebatas kata. Setiap kata harus menjadi kerja. Dan setiap kerja harus menghasilkan hasil yang jelas ukurannya." harapnya. (Jas)
Editor: Rico
.jpg)




