Batubara

Dinkes PPKB Batu Bara Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Bawah

post-img
Foto : Kegiatan bakti sosial khitanan massal dan donor darah yang digelar di SD Negeri 01 Dusun Mahoni, Desa Tanah Merah, Kecamatan Air Putih, Senin (22/12/2025)

LDberita.id - Batubara, Kegiatan bakti sosial khitanan massal dan donor darah yang digelar di SD Negeri 01 Dusun Mahoni, Desa Tanah Merah, Kecamatan Air Putih, Senin (22/12/2025),

Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Batu Bara dalam memperluas akses pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan bagi masyarakat, khususnya kelompok miskin dan miskin ekstrem.

Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan layanan dasar yang tidak boleh terhambat oleh persoalan ekonomi.

Karena itu, Dinas Kesehatan PPKB diminta untuk memastikan seluruh fasilitas layanan kesehatan, terutama puskesmas, benar-benar terbuka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Saya mau seluruh puskesmas di Kabupaten Batu Bara membuka semua kesempatan bagi masyarakat untuk bisa cek kesehatan gratis. Tidak boleh ada warga yang tertinggal hanya karena keterbatasan biaya,” tegas Bupati Baharuddin di hadapan para tenaga kesehatan dan unsur penyelenggara kegiatan.

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi Rumah Sakit Sapta Medika, Palang Merah Indonesia (PMI), serta DPD AGPAII Kabupaten Batu Bara ini mengkhitankan sekitar 40 anak dan melibatkan 30 pendonor darah.

Namun lebih dari angka tersebut, kegiatan ini dipandang sebagai model konkret sinergi antara pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan organisasi masyarakat dalam mendukung program kesehatan publik.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Batu Bara dr. Deni Saputra yang hadir menyatakan untuk terus mendorong kegiatan promotif dan preventif di tengah masyarakat. Khitanan massal dinilai tidak hanya sebagai pelayanan medis, tetapi juga sebagai bagian dari edukasi kesehatan sejak dini.

Direktur Rumah Sakit Sapta Medika, dr. Ahmad Fadhil Halimy Harahap, menjelaskan bahwa secara regulasi pelayanan khitan belum seluruhnya ditanggung BPJS Kesehatan apabila tidak terdapat indikasi medis. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala bagi keluarga kurang mampu.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan pelayanan khitan yang aman dan layak tanpa membebani orang tua. Ini sejalan dengan arah kebijakan Dinas Kesehatan PPKB dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain khitanan massal dan donor darah, panitia juga memberikan santunan berupa paket sembako, sarung, dan uang saku kepada peserta. Bantuan tersebut menjadi simbol perhatian sosial yang memperkuat pendekatan pelayanan kesehatan berbasis kemanusiaan.

Bupati Batu Bara juga menegaskan bahwa program kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah daerah sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan PPKB diminta untuk memperkuat pengawasan, peningkatan mutu layanan, serta memastikan tidak ada diskriminasi dalam pelayanan kesehatan.

“Kesehatan masyarakat adalah fondasi pembangunan. Kalau ini lemah, sektor lain akan ikut terdampak,” tegasnya.

Usai membuka kegiatan, Bupati Baharuddin meninjau langsung lokasi khitanan massal dan donor darah, menyapa satu per satu anak yang dikhitan, serta memberikan motivasi kepada para orang tua. Kehadiran kepala daerah tersebut menjadi penguat moral bagi masyarakat sekaligus bentuk pengawasan langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, disambut antusias warga Desa Tanah Merah dan sekitarnya. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Batu Bara Heri Suhandani, S.E., S.H., Asisten I, Staf Ahli, Kepala Dinas Kesehatan PPKB, Direktur RSUD H. OK. Arya Zulkarnain, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Camat Air Putih, Ketua Panitia OK. Khairul Anwar, Ketua DPD AGPAII Ustadz Saut Silalahi, S.Pd.I., serta unsur tokoh masyarakat dan agama." pungkasnya. (End)

Berita Terkait