LDberita.id - Batubara, Kehadiran rombongan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia bersama KPU Provinsi Sumatera Utara dalam acara Training of Trainer (ToT) Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Batu Bara tampaknya menyimpan pesan mendalam, di Aula Hotel Singapore Land, Minggu (03/11/2024).
Ketua KPU Kabupaten Batu Bara, Erwin, S.Sos., menyambut rombongan tersebut dengan simbol budaya khas Melayu, yaitu penyematan Tanjak Melayu.
Namun, di balik sambutan hangat ini, tersirat sindiran halus dari KPU RI terhadap kinerja KPU Batu Bara.
Parsadaan Harahap, anggota KPU RI Divisi Sumber Daya Manusia yang hadir untuk melakukan monitoring dan supervisi, dalam sambutannya menekankan pentingnya profesionalisme dan kesesuaian dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi seluruh jajaran penyelenggara Pilkada di Batu Bara.
Parsadaan Harahap menekankan bahwa kedatangannya adalah bagian dari upaya monitoring berjenjang yang dilakukan dari pusat hingga ke tingkat kabupaten, untuk memastikan bahwa tahapan Pilkada dijalankan secara profesional.
"Saya sudah sering diundang dengan tarian daerah, tapi biasanya Jawa atau Sulawesi.
Sambutan tarian Melayu ini memang istimewa, namun saya berharap tidak hanya sambutan yang diprioritaskan.
Fokus utama kita adalah memastikan setiap tahapan Pilkada berjalan sesuai regulasi," ujarnya sembari tersenyum.
Sindiran ini semakin terasa ketika Parsadaan mengingatkan jajaran KPU Batu Bara bahwa Pilkada 2024 akan diikuti oleh tiga pasangan calon (paslon), yang menuntut kerja ekstra dan ketaatan penuh pada regulasi.
Ia menekankan agar seluruh jajaran KPU Batubara tidak hanya bekerja keras tetapi juga secara cermat, terstruktur, dan sesuai dengan SOP.
Parsadaan mengisyaratkan agar KPU Kabupaten tidak terbawa rutinitas semata, melainkan menjaga kualitas setiap langkah yang diambil.
"Kami dari pusat ingin memastikan Pilkada serentak, khususnya di Sumatera Utara dan Batu Bara, berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.
Untuk itu, penting bagi KPU Batu Bara tidak sekadar mengerjakan tahapan, tetapi benar-benar memahami dan memetakan masalah yang mungkin akan timbul, serta berpedoman penuh pada SOP," ujarnya
Sementara itu, Ketua KPU Batu Bara, Erwin, dalam sambutannya mengakui bahwa KPU Batu Bara memang telah bekerja tanpa henti sejak pagi hingga malam hari, mulai dari menyortir surat suara, melantik badan ad hoc melalui Pergantian Antar Waktu (PAW), hingga melakukan bimbingan teknis bagi PPK.
Ia juga mengungkapkan bahwa kedatangan KPU RI memberikan semangat baru bagi jajarannya untuk lebih giat bekerja.
Dalam konteks ini, kehadiran KPU RI tampaknya bukan hanya sekadar pengawasan rutin, tetapi juga sebagai pengingat halus bahwa kuantitas kerja harus diimbangi dengan kualitas dan kepatuhan pada aturan.
Para pengamat Pilkada di Batu Bara melihat kunjungan Parsadaan Harahap sebagai bentuk "peringatan" bagi KPU Kabupaten Batu Bara agar bekerja dengan lebih profesional dan sistematis, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika yang akan muncul dalam Pilkada.
Hal ini penting agar tidak ada penyelenggaraan yang terkesan asal-asalan, mengingat Pilkada merupakan ujian besar bagi kredibilitas lembaga tersebut.
Kunjungan ini mengingatkan bahwa kualitas Pilkada tidak hanya bergantung pada persiapan teknis semata, tetapi juga pada profesionalisme yang dibangun dari pemahaman regulasi, pemetaan masalah, serta komitmen pada prinsip keadilan dan transparansi." tandasnya. (Boy)
.jpg)




