Batubara

Pulang Diduga Mabuk, Pria di Batu Bara Bakar Rumah Sendiri, Berujung Tragedi Satu Tewas Dua Terluka

post-img
Foto : Tragedi kebakaran yang diduga dipicu konflik rumah tangga terjadi di Dusun VI, Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 00.45 WIB. (foto/ist)

LDberita.id - Batubara, Tragedi kebakaran yang diduga dipicu konflik rumah tangga terjadi di Dusun VI, Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 00.45 WIB.
Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit rumah yang sekaligus difungsikan sebagai toko sembako. Seorang pria bernama Suriono (57) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi bangunan yang terbakar.

Sementara istrinya, Sari Gumanti (54), dan putra mereka, Reza Surya Pratama (24), mengalami luka bakar serius dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSU Bidadari.

Kapolsek Lima Puluh, AKP Salomo Sagala, didampingi Kanit Reskrim IPDA Wira Hidayat, mengatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Tim telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi," ujar AKP Salomo.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika Suriono pulang ke rumah dalam kondisi diduga dipengaruhi minuman beralkohol. Setibanya di rumah, ia terlibat pertengkaran dengan istrinya.

Keterangan sementara dari saksi sekaligus korban selamat, Reza Surya Pratama, menyebutkan bahwa ayahnya diduga sempat mengancam akan membakar istrinya. Setelah itu, Suriono diduga menyiramkan bahan bakar minyak (BBM) ke lantai rumah dan kemudian menyulutnya menggunakan korek api.

Api dengan cepat membesar hingga melalap seluruh bangunan beserta isi rumah dan toko sembako. Dalam situasi darurat tersebut, Reza berupaya menyelamatkan ibunya melalui pintu belakang. Meski berhasil keluar dari kobaran api, keduanya mengalami luka bakar cukup serius. Reza kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Beberapa unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Batu Bara akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Setelah proses pemadaman selesai, Tim Inafis Polres Batu Bara bersama personel Polsek Lima Puluh melakukan penyisiran di lokasi dan menemukan Suriono dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar mandi.

Selain merenggut satu korban jiwa, kebakaran tersebut juga menghanguskan seluruh bangunan rumah toko beserta barang dagangan, stok sembako, dan berbagai peralatan rumah tangga. Hingga kini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.

Polsek Lima Puluh bersama Tim Inafis Polres Batu Bara telah memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan awal mengarah pada tindakan Suriono yang menyulut api di dalam rumah saat terjadi pertengkaran dengan istrinya. Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan seluruh fakta dan rangkaian peristiwa, polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk melengkapi proses penyidikan. (zein/End).

Sumber Humas Polres Batu Bara

Berita Terkait