Medan, (LADANG BERITA)
Ketua Kokam Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, Khairunnas Pangabean mengatakan, salah satu tugas utama Gubernur adalah melakukan harmonisasi pembangunan antar kabupaten/kota di satu provinsi, bekerja sama dengan para walikota dan bupati.
"Namun, kami sesalkan apa yang dilakukan oleh Gubernur Sumatra Utara, Eddhy Ramayadi, justru melakukan hal sebaliknya. Menebar disharmonisasi dan saling serang. Ucapan Gubernur terhadap Bupati Tapanuli Tengah, sepertinya tak pantas diucapkan", kata Khairunnas.
Menurut dia, Tapteng adalah salah satu daerah di Sumut. "Bila ada yang kurang, ya Beliau tinggal panggil bupati dan bantu. Bukan justru menuduh tidak pantas jadi pemimpin dan sebagainya. Justru kalimat yang dikeluarkan Gubernur seperti "mendulang air, terpercik muka sendiri"," ujarnya.
Dia menyarankan agar Gubernur Edy menciptakan kondisi harmonis, supaya semua bisa saling tolong menolong dan bergotong royong untuk kepentingan rakyat.
"Bahasa agamanya 'ta'awun' demi rakyat. Jangan karena ketidaksenangan dan sentimen pribadi lantas mengorbankan rakyat. Kami berharap gubernur bisa menjadi teladan, bukan sebaliknya", pungkasnya. (JS)
.jpg)




