LDberita.id - Batubara, Kabupaten Batu Bara resmi memasuki usia ke-19 pada 8 Desember 2025. Namun bagi sebagian masyarakat, terutama para petani, nelayan, dan pelaku UMKM, usia tersebut tampaknya hanya sekadar angka dalam ucapan, namun hampa dalam makna pembangunan.
Pengamat sosial Batu Bara, Ramli, menyebut HUT Batu Bara kali ini seperti ulang tahun tanpa hadiah, karena masyarakat tidak merasakan peningkatan kesejahteraan meski daerah sudah hampir dua dekade berdiri.
“Batu Bara ulang tahun ke-19, tapi rasanya seperti anak yang sudah besar namun masih belum bisa mandiri mengurus dirinya sendiri,” ujarnya. Senin (8/12/2025),
Menurut Ramli, yang paling nyata dari stagnasi pembangunan adalah jalan pertanian di Pematang Jernang, Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir yang selama bertahun-tahun tak pernah tersentuh pembangunan, meski menjadi nadi ekonomi petani setempat.
“Jalan itu menjadi saksi bisu betapa aspirasi rakyat tak pernah benar-benar didengar sudah bertahun-tahun rusak, berlubang, licin, tapi pemerintah seolah tak pernah lewat disana,” katanya.
Ia menilai keluhan warga yang selalu disampaikan dalam reses DPRD justru hanya menjadi catatan rutin tanpa tindak lanjut.
“Kalau setiap reses hanya jadi tempat mencatat keluhan yang tak direspons, untuk apa reses itu diadakan, Aspirasi itu seperti dikirim, tapi tak pernah sampai, ucapnya.
Ramli menegaskan bahwa mustahil masyarakat bisa maju ketika infrastruktur dasar saja tak kunjung dibenahi. Petani terus berjibaku dengan akses jalan yang rusak, nelayan kesulitan distribusi BBM, UMKM mandeg berkembang.
“Bagaimana mungkin masyarakat bisa sejahtera kalau hal paling kecil saja gagal dibereskan, Infrastruktur itu pondasi,” ujarnya.
Situasi ini semakin memprihatinkan karena masyarakat tengah menghadapi bencana banjir, tetapi penanganan kerusakan jalan dan jembatan dinilai belum maksimal.
“Banjir datang, jalan rusak makin parah, jembatan putus, tapi aksi cepat pemerintah entah tersangkut di mana padahal rakyat menunggu,” tegasnya.
Ramli menilai HUT Batu Bara seharusnya menjadi momentum refleksi pemerintah, bukan sekadar rangkaian spanduk, panggung acara, dan ucapan selamat.
“Apa makna ulang tahun ke-19 kalau rakyat Batu Bara masih berkutat dengan masalah yang sama setiap tahun, kalau pembangunan masih jalan di tempat, yang bertambah hanya usia, bukan kesejahteraan,” tutupnya. (Boy)
.jpg)




