LDberita.id - Abrasi air laut hingga saat ini masih terus terjadi di wilayah pesisir pantai Kabupaten Batubara Salah satunya di Pantai Bandar Rahmad Desa Bandar Rahmad Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara yang menjadi tempat pemukiman masyarakat.
Jasmi Assayuti selaku putra Batubara mengatakan, sejumlah pohon dan rumah warga yang berada di garis Pantai hampir punah lantaran terus dihantam abrasi. Tak hanya itu, abrasi juga mengakibatkan sejumlah rumah warga yang berada di pesisir pantai terendam air laut saat puncak air pasang tiba.
"Di sini parah, karena belum ada pemecah ombaknya," ujar Jasmi, Senin (5 April 2021)
Menurutnya, baru beberapa meter garis Pantai yang dipasangi tempat pemecah ombak sala satunya Desa Bandar Rahmad.
"Garis pantai yang sudah dipasangi pemecah ombak sudah aman, Yang belum dipasangi, abrasi tambah parah dan harus cepat ditangani oleh pemerintah, Sudah banyak pohon tumbang, termasuk rumah warga hanjur akibat diterjang gelombang pasang besar," tuturnya.
Jasmi juga menambahkan, abrasi terjadi setiap musim air pasang. Ia berharap pemerintah daerah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk pembuatan pemecah ombak untuk mencegah abrasi.
Apalagi kawasan tersebut merupakan salah satu daerah tujuan wisata dan menjadi tempat pemukiman warga
"Harapannya agar pemerintah daerah melaluhi kepala BPBD Batubara bisa cepat mengusulkan ke pusat agar abrasi bisa ditangani secepatnya," ucap Jasmi. (Am)
.jpg)




