LDberita.id - Batubara, Harapan besar disampaikan masyarakat petani di wilayah Pematang Jernang, Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar segera membantu memperbaiki akses jalan utama yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.
Jalan tersebut bukan hanya sekadar penghubung antarwilayah, tetapi menjadi jalur vital bagi para petani untuk mengangkut hasil panen, sekaligus akses utama bagi anak-anak menuju sekolah serta masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Harapan itu semakin menguat setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki sejumlah ruas jalan strategis, salah satunya ruas Aek Nabara–Negeri Lama–Tanjung Sarang yang dijadwalkan diperbaiki tahun ini dengan total anggaran mencapai sekitar Rp158 miliar.
Masyarakat Pematang Jernang berharap perhatian serupa juga dapat diberikan kepada jalan pertanian di wilayah mereka yang hingga kini kondisinya masih memprihatinkan.
Ujok, salah seorang warga setempat, mengatakan bahwa setiap musim hujan, jalan tersebut berubah menjadi lumpur tebal yang sulit dilalui kendaraan, sementara saat musim kemarau debu beterbangan dan sangat mengganggu aktivitas warga.
“Kami sangat berharap kepada Pak Gubernur Bobby Nasution agar bisa melihat kondisi jalan kami ini. Jalan ini adalah jalan hidup masyarakat. Petani sulit membawa hasil panen, anak-anak juga susah pergi ke sekolah. Kalau hujan turun, jalan hampir tidak bisa dilewati,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian cepat dari pemerintah. Para petani sering mengalami kerugian karena hasil panen terlambat dibawa ke pasar, sementara anak-anak sekolah harus berjuang melewati jalan berlumpur demi mendapatkan pendidikan.
Di sejumlah titik, jalan berlubang dan rusak parah menjadi pemandangan sehari-hari. Bagi masyarakat desa, jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol harapan menuju kehidupan yang lebih baik.
Ironisnya, di tengah semangat pembangunan dan pemerataan infrastruktur yang terus digaungkan, masih banyak masyarakat pedesaan yang harus berjuang dengan akses jalan yang belum layak.
Padahal, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat dan menjadi penopang utama kehidupan keluarga di desa.
Warga meyakini, jika jalan tersebut diperbaiki, maka dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Distribusi hasil pertanian akan lebih lancar, biaya angkut menjadi lebih ringan, anak-anak lebih mudah bersekolah, dan pelayanan kesehatan pun akan lebih cepat dijangkau." ujarnya. (End)
.jpg)




