LDberita.id - Interaksi sosial dalam perkembangan kognisi yang diantaranya mencakup bagaimana seseorang memperoleh pengetahuan, memproses informasi, dan mengembangkan pemahaman tentang dunia di sekitarnya dan begitu juga kemampuan Bahasa siswa dipengaruhi oleh interaksi sosial, sehingga interaksi sosial ini memainkan peran penting dalam proses pembelajaran.
Keyakinan akan hal ini mendorong banyak pendidik untuk memanfaatkan penggunaan media sosial dalam pembelajaran dan pengajaran Bahasa asing di Indonesia, dalam hal ini Bahasa Inggris. Media sosial diyakini dapat menjadi media yang efektif untuk membantu pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris, karena siswa dapat berinteraksi dengan berbagai konten, berbagi pemikiran, dan berkomunikasi dengan sesama pelajar sebagaimana diyakini akan dampak positif interaksi sosial yang dimaksudkan sebelumnya.
Media sosial memungkinkan untuk digunakan sebagai alat pembelajaran yang efektif diantaranya dikarenakan kemampuannya menyediakan berbagai konten yang relevan dengan pembelajaran Bahasa Inggris, seperti teks, gambar, audio, dan video. Siswa dapat mengakses materi-materi ini melalui beragam kanal media sosial dan menggunakannya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan berbahasa mereka.
Selanjutnya, media sosial juga memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antar siswa. Mereka dapat berkomunikasi dengan sesama siswa melalui komentar, pesan pribadi, atau grup diskusi. Hal ini memungkinkan mereka untuk berbagi pemikiran, bertukar informasi, dan bekerja sama dalam tugas-tugas kelompok.
Interaksi ini dapat mendorong pemahaman yang lebih baik, pemecahan masalah bersama, dan kreativitas dalam pembelajaran. Selain itu, media sosial juga dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Misalnya, siswa dapat menggunakan fitur-fitur media sosial, seperti pembuatan postingan, penggunaan emoji, atau mengikuti tantangan dan kompetisi yang berkaitan dengan Bahasa Inggris. Hal ini dapat membantu mengurangi kebosanan dan meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
Hal lain yang dapat menghadirkan keefektifan belajar lewat pemanfaatan media sosial ini adalah kemudahan akses dan fleksibilitas media sosial. Siswa dapat mengakses kanal media sosial melalui gawai mereka, seperti ponsel pintar atau komputer, kapan saja dan di mana saja. Ini memungkinkan mereka untuk belajar secara mandiri dan melibatkan diri dalam pembelajaran Bahasa Inggris di luar lingkungan kelas tradisional. Berbagai kegiatan interaktif yang terstruktur dengan pengorganisasian yang melibatkan bimbingan guru diyakini dapat memaksimalkan proses pembelajaran Bahasa asing yang dimaksudkan dalam pembahasan ini.
Hal yang cukup berdampak positif dalam pembelajaran Bahasa Inggris dalam pemanfaatan media sosial adalah motivasi belajar siswa. Penggunaan media sosial dapat meningkatkan motivasi dalam pembelajaran serta dapat memberikan dorongan tambahan bagi mahasiswa untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Siswa dapat mengikuti akun media sosial yang berhubungan dengan topik yang mereka pelajari, mengikuti grup diskusi online, atau berbagi pengalaman belajar mereka dengan sesama siswa. Aktivitas-aktivitas ini dapat memotivasi mahasiswa untuk terlibat lebih aktif dan berinteraksi dengan materi pembelajaran.
Selain itu, media sosial juga dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas jaringan sosial mereka dalam konteks pembelajaran. Mereka dapat berinteraksi dengan siswa lain, berbagi ide, dan bekerja sama dalam tugas-tugas yang terstruktur dengan baik. Hal ini dapat menciptakan iklim belajar yang kolaboratif yang kesemuanya ini diyakini dapat memperkuat motivasi mereka untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Di sini, guru memainkan peran yang cukup penting dalam hal memberikan dukungan kepada siswa dalam penggunaan Bahasa Inggris selama aktivitas berlangsung. Dengan cara ini, siswa yang lebih mahir akan menjadi contoh bagi siswa lainnya, dan guru dapat menginstruksikan siswa yang lebih mahir untuk memberikan dukungan kepada teman yang kurang mahir melalui platform media sosial yang digunakan. Hal ini juga dapat meningkatakan keterlibatan siswa yang pemalu untuk berpartisipasi dalam aktivitas belajar yang telah ditentukan dan hal ini mendorong pembelajar untuk menggunakan bahasa target secara bebas.
Beriringan dengan kebermanfaatan media sosial ini, guru juga sangat disarankan untuk memperhatikan dampak negatif pemanfaatan media sosial ini. Kelengahan dan kurangnya evaluasi dan perencanaan yang matang dapat mengakibatkan penggunaan yang berlebihan atau tidak terkendali dapat mengganggu fokus dan konsentrasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Mereka dapat tergoda untuk menghabiskan waktu lebih banyak di media sosial daripada mempelajari bahasa. Oleh karananya guru hendaknya memperhatikan dan dapat melibatkan peran serta aktif orang tua.
Selain itu, interaksi maya di media sosial juga dapat memicu gangguan sosial dan emosional. Siswa mungkin mengalami tekanan atau kecemasan yang berkaitan dengan popularitas, penampilan, atau interaksi sosial online, yang dapat mengganggu keseimbangan mental dan emosional mereka. Oleh dari itu pemanfaatan media sosial ini juga perlu untuk diperhatikan dan dievaluasi secara seksama guna meminimalkan penyalahgunaan yang tidak diharapkan.
Bijaknya guru dan seluruh pemangku kepentingan dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa asing di Indonesia dan di lingkungan belajar kita dalam pemanfaatan media sosial ini dapat berdampak baik dan tentu juga memungkinkan juga justru hasilnya jauh dari pencapaian yang diharapkan.
Kesiapan, perencanaan, kerangka kerja yang jelas dan tahapan-tahapan yang jelas penting untuk dirancang secara seksama guna pemanfaatan media sosial ini dapat menjadi media pembelajaran yang menghadirkan proses belajar yang menyenangkan, efektif dan memotivasi siswa untuk belajar sepanjang masa.
Penulis adalah Mahasiswa Program Doktor Ilmu Keguruan Bahasa Universitas Negeri Padang
.jpg)




