LDberita.id - Batubara, Menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dukungan terhadap KH Miftachul Akhyar untuk kembali dipercaya sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mengemuka dari kalangan pengurus NU di daerah.
Salah satunya datang dari Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Batu Bara, M. Ridwan Butar-Butar, S.Ag. Ia secara terbuka menyampaikan harapan agar KH Miftachul Akhyar kembali mendapat amanah memimpin jajaran Syuriyah PBNU untuk periode mendatang.
Menurut Ridwan, dukungan tersebut bukan semata-mata persoalan figur, melainkan didasarkan pada pertimbangan kapasitas keulamaan, pengalaman, ketokohan serta kemampuan KH Miftachul Akhyar dalam menjaga marwah dan tradisi Nahdlatul Ulama.
"Harapan kami KH Miftachul Akhyar kembali menjadi Rais Aam PBNU. Beliau memiliki kapasitas keulamaan dan pengalaman yang sangat dibutuhkan untuk menjaga arah perjuangan NU," tegas M. Ridwan Butar-Butar dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026),
Ridwan menilai posisi Rais Aam memiliki peran yang sangat strategis bagi keberlangsungan organisasi. Rais Aam tidak hanya dipandang sebagai pemimpin dalam struktur Syuriyah, tetapi juga menjadi salah satu rujukan moral dan keulamaan bagi warga Nahdliyin.
Karena itu, menurutnya, figur yang menduduki posisi tersebut harus memiliki integritas, kedalaman keilmuan, keteguhan dalam memegang prinsip Ahlussunnah wal Jamaah serta mampu menjadi perekat bagi seluruh elemen NU.
"NU adalah organisasi besar dengan jutaan warga. Karena itu, kepemimpinan di tingkat PBNU harus mampu menjaga persatuan dan marwah organisasi. Kami melihat KH Miftachul Akhyar memiliki kapasitas tersebut," ujarnya.
Ridwan juga menekankan bahwa dukungannya terhadap KH Miftachul Akhyar merupakan aspirasi dan pandangan yang disampaikannya sebagai bagian dari keluarga besar NU. Ia tetap menghormati seluruh mekanisme organisasi yang akan berlangsung dalam Muktamar Ke-35 NU.
Menurutnya, Muktamar merupakan forum tertinggi NU sehingga seluruh proses penentuan kepemimpinan harus dilaksanakan sesuai aturan organisasi, mengedepankan musyawarah, persatuan dan kepentingan NU secara keseluruhan.
"Kita tentu menghormati mekanisme Muktamar. Tetapi sebagai pengurus NU di daerah, kami memiliki harapan dan pandangan. Harapan kami, KH Miftachul Akhyar kembali diberikan amanah sebagai Rais Aam," katanya.
Rombongan PCNU Kabupaten Batu Bara dijadwalkan berangkat menuju Jombang, Jawa Timur, pada Rabu 26 Agustus 2026 untuk menghadiri rangkaian Muktamar Ke-35 NU yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Ridwan mengatakan kehadiran jajaran NU Batu Bara bukan sekadar mengikuti agenda organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyukseskan forum tertinggi NU tersebut.
Ia berharap Muktamar Ke-35 NU mampu menghasilkan kepemimpinan yang kuat, berintegritas dan mampu menjawab tantangan NU ke depan.
"Yang paling penting adalah bagaimana Muktamar ini menghasilkan keputusan terbaik bagi NU. Kita ingin NU semakin kuat, solid dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat, bangsa dan negara," ujarnya.
Di sisi lain, Ridwan juga mengapresiasi kerja keras PBNU bersama panitia lokal dalam mempersiapkan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Ia memberikan apresiasi khusus kepada Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang dinilai telah bekerja maksimal mempersiapkan berbagai kebutuhan muktamar.
Ridwan menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, persiapan Muktamar telah mencapai lebih dari 85 persen. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis sebelum pembukaan pada Kamis, 27 Agustus 2026.
"Alhamdulillah kita bersyukur dan bergembira karena semua berjalan dengan baik. Persiapannya sudah lebih dari 85 persen," ungkapnya.
Ridwan berharap seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 NU berlangsung tertib, demokratis dan penuh semangat persaudaraan. Ia juga mengajak seluruh peserta mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
"Semoga Muktamar Ke-35 NU menghasilkan keputusan yang terbaik dan membawa kemaslahatan bagi seluruh warga Nahdliyin," pungkas M. Ridwan Butar-Butar. (Boy)





